Proyek tol ini dimulai dengan ground breaking oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada 23 Juli 2014. Konstruksi jalan tol akan menggunakan rigid pavement atau perkerasan kaku dengan empat jalur pada tahap awal dan enam jalur pada bagian akhirnya. Total investasi pembangunan jalan tol ini sebesar Rp 4,8 triliun. Biaya ini akan dipenuhi oleh PT Pejagan Pemalang Tol Road (dimiliki oleh anak usaha Waskita Karya) sebagai badan usaha jalan tol dengan didukung pinjaman dari Bank Exim Indonesia. Pada bulan Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2016 Masehi/1437 Hijriyah, pemerintah berencana untuk melakukan pengoperasian Jalan Tol Pejagan–Pemalang Seksi Satu (Pejagan – Brebes Barat) dan Seksi Dua (Brebes Barat – Brebes Timur) secara resmi dan operasional. Untuk Jalan Tol Pejagan–Pemalang Seksi Tiga (Brebes Timur – Tegal) dan Seksi Empat (Tegal – Pemalang) masih dalam tahap pembebasan lahan dan konstruksi.

Tol ini terbagi menjadi 4 seksi:

Seksi I (Pejagan – Brebes Barat) panjang 14,20 km (beroperasi 13 Juni 2016)[1]
Seksi II (Brebes Barat – Brebes Timur) panjang 6,00 km (beroperasi 13 Juni 2016)[2]
Seksi III (Brebes Timur – Tegal) panjang 10,40 km (akan dikerjakan)
Seksi IV (Tegal – Pemalang) panjang 26,90 km (akan dikerjakan)

Proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 4 (PPTR 4) Zona 14 – 15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *